JAKARTA: Bank Dunia memprediksikan ekspor barang komoditas ke Jepang pada semester II/2011 akan meningkat seiring dengan upaya rekonstruksi pascagempa dan tsunami di Negeri Matahari Terbit itu. Ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia Enrique Blanco Armas mengatakan dampak bencana gempa dan tsunami di Jepang kali ini tidak akan langsung memberikan dampak signifikan ke Indonesia dalam waktu dekat.
Bila dilihat dari sisi impornya, menurut dia, Indonesia masih bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dari negara lainnya.
"Jika Anda pengusaha komoditas maka ini saatnya menggenjot produksi karena akan ada peningkatan permintaan komoditas dari Jepang pascabencana. Peningkatan itu bisa mulai terjadi pada semester dua tahun ini," ujarnya, hari ini.
Selama ini, menurut dia, ekspor ke Jepang didominasi komoditas sehingga Indonesia bisa mendapatkan keuntungan dari program rekonstruksi dan rehabilitas Jepang.
Enrique menegaskan pihaknya melihat kemungkinan adanya permintaan gas dan batu bara dari Tanah Air ke Jepang terkait rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima.
Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Vikram Nehru menyatakan dampak gempa dan tsunami yang menyerang Jepang beberapa pekan lalu hanya akan melambatkan pertumbuhan PBD riil Negeri Sakura tersebut sementara waktu dan akan kembali naik pada pertengahan 2011.
"Dampak bencana Jepang pada ekonomi kawasan Asia Timur tidak akan berlarut. Dampak terbesarnya akan langsung terasa pada sektor perdagangan dan keuangan, tetapi kami memperkirakan pertumbuhan di Jepang akan naik sejalan dengan upaya rekonstruksi pascabencana," ujar Vikram melalui video conference dari Singapura.
Pada sektor keuangan, Vikram menyebutkan ada sekitar seperempat dari utang jangka panjang di Asia Timur berdenominasi dalam mata uang Yen, yang berkisar antara 8% di China dan tertinggi 60% di Thailand.
Dia memperkirakan jika Yen mengalami apresiasi sebesar 1% maka bisa mengakibatkan pembayaran utang tahunan dalam Yen akan mengalami kenaikan sekitar US$250 juta. (hwi)





0 komentar:
Posting Komentar